PRANK DAGING SAMPAH. YOUTUBER SEKARANG HARUS BANYAK DI EDUKASI!!!

Uncategorized

Beberapa hari yang lalu kita telah merayakan hari besar islam yaitu Idul Adha, yang dimana setiap hari besar tersebut selalu diadakan sembelih hewan Qurban yaitu sapi atau kambing. Seluruh umat muslim di dunia merayakannya termasuk di Indonesia.

Orang-orang yang terpilih dan mempunyai rezeki untuk berqurban biasanya akan membeli salah satu hewan tersebut, hasilnya pun bisa dibagikan kepada orang yang tidak mampu atau kerabat-kerabat dekat.

Prank Daging Kurban Dengan Sampah

Sangat di sayangkan ada salah satu youtuber yang malah membuat konten tidak bertanggung jawab dan di upload ke platform youtube.

Karena beberapa waktu lalu pun ada seorang youtuber yang membuat konten yang tidak bertanggung jawab juga, namun bukannya dijadikan pelajaran bagi yang lain tapi malah di ikuti oleh orang lain.

Edo Saputra, seorang youtuber asal Palembang, Sumatera Selatan ini berhasil ditangkap polisi karena diduga membuat video prank daging qurban yang berisi sampah. Konten tersebut dijalankan Edo bersama satu teman lainnya yang bernama Firdaus.

Video itu diunggah di akun channel Edo dan berujung viral krena aksinya yang membagi-bagi daging kurban berisi sampah dan Edo pun sudah meminta maaf kepada salah satu warga serta mengatakan bawah aksinya tersebut hanyalah untuk konten youtube.

Meskipun begitu, kontennya yang dianggap tidak wajar itu membuat keresahan di masyarakat.

Video yang diunggahnya pun berdurasi 11 menit 56 detik dan diberi judul “Pank bagi-bagi daging ke emak-emak isinya sampah #Therealprank”.

Dalam videonya tersebut terlihat edo dan temannya membawa dua kantong plastik hitam yang ternyata di dalam berisi sampah dan akan diberikan kepada ibu-ibu.

Namun di akhir video, Edo pun meminta maaf kepada sang ibu dan akan memberinya uang sebesar Rp 500 ribu.

Saat ditanya penjelasan oleh polisi setempat, ia menjawab bahwa aksi yang ia lakukan tak lebih hanya untuk sensasi, menaikan subscriber dana viewers di youtube.

Namun pihak keluarga pun mengaku bahwa video itu adalah settingan untuk kepentingan konten. Dua wanita yang ada di video itu pun merupakan ibunda dari Edo sendiri dan orang tau temannya.

Beberapa bulan yang lalu, ternyata Edo pun sempat ngeprank dengan membuat video THR (Tunjangan Hari Raya) kosong.

Terkait dengan memberikan amplop thr kosong, ia pun sempat di nasehati oleh keluarganya namun rupanya tetap tidak di gubris.

Terkait penangkapan Edo dan video ini, Kabid Humas Polda Sumsel mengingatkan kepada masyarakat agar menggunakan media sosial lebih bijak dan juga ketika pembuatan konten harus ynag beretika.

Karena kita tidak tau siapa yang mengonsumsi konten kita siapa, jangan sampai bisa di ikuti juga oleh youtuber lainnya.

Apalagi beberapa hari kemarin masih dalam suasana Idul Adha yang harusnya masyrakat bisa memaknai dan meneladani sifat Nabi Ibrahim dalam beramal.

Tidak pantas jika memberi sesuatu tetapi malah dijadikan bahan bercanda apalagi terhadap orang tua.

Walaupun di akhir video Edo sudah melakukan permintaan maaf terhadap ibu-ibu tersebut, namun tetap saja tidak ada etika.

Jadi untuk kamu yang seorang konten creator atau youtuber atau yang lainnya, berbijaklah dalam menggunakan media sosial, jangan sampai nama yang sudah kamu bangun susah payah malah kamu jatuhkan begitu saja dengan aksi yang tidak ada gunanya sama sekali.

Lebih baik kamu membuat konten yang lebih bermanfaat sehingga orang pun akan segan dan mendukung apa yang kamu buat.

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*