Kabar Berita Seputar Covid 19 Dari WHO

Berita Terbaru

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, mengungkapkan bahwa angka penularan COVID-19 secara global pulang meningkat. Menanggapi urusan itu, WHO memperingatkan kembali supaya negara-negara yang berkeinginan melakukan pelonggaran guna tidak lengah sebab pandemi COVID-19 masih berbahaya.

“Kami mesti memperingatkan lagi bahwa virus ini dapat kembali muncul andai kita membiarkannya. Kita jangan membiarkan urusan tersebut terjadi,” ujar Kepala Teknis WHO, Maria Van Kerkhove, dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 2 Maret 2021.

Berita Terbaru Soal Covid 19 Dari WHO

Kabar Berita Seputar Covid 19 Dari WHO

Hal senada dikatakan oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Ia berkata, kenaikan permasalahan tersebut sungguh mengecewakan, tetapi ia telah memprediksinya akan terjadi. Dan suatu berita terbaru di dunia saat ini seperti perkembangam covid 19 sangatlah penting.

Ghebreyesus mengimbau negara-negara yang berkeinginan melakukan pelonggaran guna menimbang lagi rencananya. Berdasarkan keterangan dari dia, mengandalkan vaksinasi COVID-19 saja tidak lumayan untuk mulai melonggarkan pembatasan sosial COVID-19.

COVID-19. Jumlah permasalahan harian, semenjak pertengahan Februari, secara gradual bertambah lagi sampai nyaris separuh juta masing-masing hari pada akhir Februari 2021.

“Jika negara melulu mengandalkan vaksin COVID-19, mereka menciptakan kesalahan. Pembatasan sosial dasar tetaplah fondasi terpenting guna merespon pandemi COVID-19,” ujar Ghebreyesus.

Di samping mengumumkan eskalasi infeksi COVID-19, Ghebreyesus pun mengumumkan kelanjutan penyaluran vaksin melewati program inisiatifnya, COVAX. Ia berkata, Ghana dan Pantai Gading menjadi negara kesatu di dunia yang menerima vaksin COVID-19 via COVAX.

Ghebreyesus selaku orang yang gemar bermain judi bola dan melakukan sbobet login kembali menyuruh negara-negara dengan suplai vaksin COVID-19 berlebih guna menyumbangkannya via COVAX. Berdasarkan keterangan dari data PBB, terdapat 100 lebih negara yang belum menerima takaran vaksin COVID-19 satupun.

“Sungguh mengenaskan bahwa sejumlah negara masih memprioritaskan vaksinasi orang-orang yang lebih muda, dengan resiko fenomena lebih ringan, dibanding menolong petugas medis dan lansia di negara,” ujar Ghebreyesus.

Pakar Gawat Darurat WHO, Mike Ryan, menyinggung penanganan pandemi COVID-19 bahwasannya membaik semenjak vaksinasi mulai dilaksanakan di sekian banyak negara. Namun, kata ia, masih terlampau cepat guna mengatakan insan sudah unggul terhadap virus COVID-19.

Post a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*